Selasa, 19 Juli 2011

sejarah kesenian masjid ampel surabaya

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan segala karunia-Nya kepada manusia dengan segala kenikmatan yang terkandung di dalamnya.  Selawat dan salam semoga tetap terhaturkan kepada Nabi Muhammad sebagai suri tauladan bagi seluruh umat manusia. Beliau yang telah mengangkis manusia dari zaman kebodohan menuju zaman yang terang dengan cahaya Tuhan. 
Penulisan ini berjudul Masjid Sunan Ampel Surabaya. Penulisan ini membahas tentang sejarah Berdirinya masjid Ampel, yang  tidak lain pendirinya adalah salah satu penyebar agama Islam di Jawa ini khususnya Surabaya. Kemudian juga bagaimana arsitek pada masjid ini, yang banyak mencampurkan budaya Jawa dan Budaya Arab. Sangat menarik untuk diteliti dan dibuat kajian Islam.
 Terima kasih yang sebesar-besarnya penulis haturkan kepada Bapak Dr.Ahudiat. yang telah memberikan banyak ilmu tentang bagaimana Sejarah Kesenian Islam yang ada di dunia ini dengan sangat jelas. Dan tak lupa terima kasih juga penulis sampaikan kepada seluruh teman-teman mahasiswa seperjuangan di lingkungan Fakultas Adab, khususnya teman-teman yang ada di kelas Sejarah Peradaban Islam  Khusus (SPI C) yang selalu menyalakan api semangat di tengah kerasnya perjuangan kehidupan.
Penulis menyadari bahwa dalam Penelitian  ini sangat mungkin terdapat beberapa kekeliruan. Penulis akan senang sekali jika ada saran dan kritik dari pembaca untuk perbaikan dalam tulisan-tulisan selanjutnya. Akhir kata, penulis mengucapkan banyak terima kasih dan mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan Semoga makalah ini bisa membawa manfaat kepada siapa saja yang bersedia membacanya.
Surabaya, 15 juni 2011

     Moh. Ali Anwar
PENDAHULUAN
Untuk dapat membahas judul makalah ini marilah kita menelaah secara singkat sejarah pembangunan masjid sejak Nabi Muhammad SAW. membangun masjid yang pertama kali di Quba yang terletak ± 10 km dari kota Madinah, dalam rangka menyebarluaskan agama Islam.
Masjid ini merupakan bangunan sederhana dengan halaman yang dikelilingi tembok dengan sebuah gerbang pintu masuk. Kemudian agama Islam berkembang dengan cepat kearah benua Afrika sebagian Eropa dan Asia maka di bidang seni khususnya arsitektur sanagat di pengaruhi budaya dan bermacam-macam jenis bahan bangunan yang didapat setempat.
Tiap-tiap wilayah mempunyai tradisinya sendiri, keahlian tehnis, cara-cara membangun ditambah dengan perbedaan iklim yang besar menghasilkan bentuk bangunan  yang sangat kaya dalam ekspresi gaya arsitekturnya. Pada tahap-tahap awal bentuk dasar bangunan masjid terdiri dari bangunan induk dengan halaman terbuka yang di batasi (dikelilingi) selasar dngan deretan kolom-kolom. Dasar lay-out mengacu pada masjid Quba.
Pada tahap selanjutnya berkembang bermacam-macam bentuk sesuai dengan wilayah geografisnya masing-masing. Selepas era perang dunia kedua terjadilah perkembangan perubahan radikal dari bentuk arsitektur masjid kearah gaya yang cenderung disebut gaya kiwari atau kontemporer.
Pada kali ini penulis ingin menyajikan tentang  masjid Sunan  Ampel yang terletak di Ibu Kota Jawa Timur ini. Yang sangat sentral sekali keberadaanya sebai pusat pengkaijian ilmu agama Islam sejak dulu hingga sekarang.

BAB I. MASJID SUNAN AMPEL
1.      Maksud Pembangunan
Masjid ini dibangun dengan maksud sebagai pusat ibadah dan kebudayaan Islam. Sedangkan ibadat didalam Islam mencangkup :
a.       Hubnungan manusia dengan Tuhan, yang berwujud : salat, i’tikaf dan lain-lain.
b.      Hubungan manusia dengan manusia, yang berwujud : zakat, fitrah, nikah dan lain-lain.
c.       Hubungan manusia dengan dirinya, yang berwujud : mencari ilmu, mengaji dan lain-lain.
d.      Hubungan manusia dengan alam, yang berwujud memelihara, memanfaatkan dan tidak merusak alam.
2.      Lokasi
Masjid Sunan Ampel terletak dijalan KH Mas Mansur, Surabaya utara, lokasi ini sangat mudah dicapai, karena dilewati oleh berbagai moda angkutan. Jl. Ampel Suci 45 atau Jl. Ampel Masjid 53
3.      Arsitektural Masjid Sunan Ampel didirikan oleh Raden Achmad Rachmatullah pada tahun 1421, di dalam wilayah kerajaan Majapahit. Masjid ini dibangun dengan arsitektur Jawa kuno, dengan nuansa Arab yang kental. Raden Achmad Rachmatullah yang lebih dikenal dengan Sunan Ampel wafat pada tahun 1481. Makamnya terletak di sebelah barat masjid. Hingga tahun 1905, Masjid Ampel adalah masjid terbesar kedua di Surabaya. Di sekeliling masjid terdapat lima gapuro (pintu gerbang) yang merupakan simbol dari Rukun Islam.

BAB III. PEMBAHSAN
1.      Sejarah pembangunannya
Masjid Ampel ini dibangun oleh Raden Rahmatullah yang kemudian menjadi sebutan Sunan Ampel. Bangunan utamanya sudah empat kali dipugar. Awalnya Sunan Ampel mendirikan mesjid ini di atas lahan seluas dua ribu meter persegi pada tahun 1421 Masehi jadi kini umurnya sudah lebih dari lima abad. Setelah dipugar, komplek mesjid Sunan Ampel kini memiliki luas sekitar setengah hektar. Keunikan dan nilai sejarah mesjid ini terletak pada 16 tiang penyangganya yang terbuat dari kayu jati berukuran 17 meter tanpa sambungan.
Tiang penyangga ini hingga kini masih kokoh, padahal umurnya sudah lebih dari 600 tahun. Di tiang penyangga terdapat ukiran-ukiran kuno peninggalan zaman Majapahit yang bermakna Keesaan Tuhan. Mesjid ini memiliki 48 pintu yang masih asli, dengan diameter satu setengah meter, dan tinggi dua meter. Bangunan lain yang menjadi ciri khas mesjid ini adalah menara setinggi 50 meter. Dahulu, menara ini berfungsi sebagai tempat azan. Di sebelah menara terdapat kubah berbentuk pendopo jawa, dengan lambang ukiran mahkota berbentuk matahari, yang merupakan lambang kejayaan Majapahit.
Perluasan pertama dilakukan oleh Adipati Aryo Cokronegoro  C dengan menambah banguan disebelah utara bangunan lama. Kedua Adipati Ragent Raden Aryo Niti Adi-Ningrat pada tahun 1926 M. Ketiga pada tanggal 30 Agustus 1954 s.d 21 Februari 1958 oleh panitia khusus. Keempat pada tahun 1974
2.      Perletakan Masjid
Masjid Ampel berada di Ampel Dento yang kini berada pada kawasan wilayah Surabaya Utara,  suatu daerah yang merupakan bagian kotalama. Daerah ini terkenal dengan daerah Ampel, dapat dicapai dari jalan K.H. Mas Mansyur maupun dari jalan Nyamplungan. Dari kedua jalan ini dapat dicapai jalan sasak yang akan mengantar kita ke suatu gang pedesttrian menuju ke kompleks masjid ini.
Daerah ini dulunya merupakan daerah pinggiran kali surabaya (Brantas) yang merupakan urat nadi lalu lintas ke pusat kerajaan Majapahit. Jadi dulunya tempat ini amat strategis karena terletak di daerah pintu masuk utama, kerajaan Majapahit sehingga amat tepat sebagai titik pusat penyiaran Agama Islam ke kerajaan ini dan ke daerah sekitarnya.
3.      Fungsi Masjid
Kompleks masjid seperti ini telah tersirat pada uraian dimuka, mempunyai dua fungsi pokok, yakni bagian masjid yang berfungsi sebagai pusat ibadat salat dan amalan-amalan lain yang sehubungan dengan ibadat itu, serta bagian makam, tempat dimakamnya Sunan Ampel dan para pengikutnya.
Jadi jelasnya lembaga masjid ini memiliki fungsi sebagai pusat ibadah, sedangkan fungsi sebagai pusat kebudayaan Islam kurang terlihat.  Dan juga sebagai pusat pendidikan.
Masjid ini selain diguakan untuk kaum pria maka bagi kaum wanita disediakan juga ruang tersendiri, yakni sebuah musholla khusus untuk wanita dan ruang Muslimat di gedung pertemuan di sebelah tenggara maupun masjid.
4.      Jenis dan Bentuk bangunan
Bangunan masjid asli/awal yang luasnya 2.069 m2 merupakan bangunan berbentuk tajug tumpang dua dengan kontruksi kayu dan beratap genteng. Dalam bangunan induk ini juga terdapat bangunan menara yang menjulang tinggi keatas dan dipuncaknya terdapat kontruksi atap berbentuk payung.
Disekeliling bangunan induk ini terdapat bangunan serambi yang menurut keterangan juga merupakan perluasan yang pertama kali. Bangunan ini berbentuk Limasan klabang Nyander dengan penutup atap dari genteng . sedangkan perluasan bagian barat beratap datar dan terdiri dari konstruksi beton bertulang.
5.      Program dan ruang dan interior
Kompleks masjid ini mempunyai program ruang sebagai berikut :
1) Ruang Liwan dan serambi...................................................... 4.700 m2
2) Musholla Muslimat.................................................................... 130 m2
3) Ruang istirahat Imam.................................................................. 25 m2
4) Ruang pertemuan...................................................................... 218 m2
5) Kantor Takmir Masjid................................................................. 23 m2
6) Ruang juru kunci makam ............................................................. 12 m2
7) Ruang unit Radiao pemancar...................................................... 25 m2
8) Ruang Muadzin............................................................................. 6 m2
9) Mimbar dan mihrab..................................................................... 10 m2
Semua dalam bangunan awal memang terasa adanya kesan agung, diamana skala vertikal amat pegang peranan, sehingga penerangan dan ventilasi alami dari sela atab tumpang dapat dimanfaatkan. Namun ditinjau secara keseluruhan bangunan masjid ini maka ruang liwan yang memiliki fungsiyang sama kini terbagi menjadi beberapa pola dan dengan modul yang berbeda sertasistem struktur yang berbeda pula.
Dengan demikian maka kesan kesatuan ruang menjadi hambar.
6.      Kiblat dan suasana Masjid
Dari gambar denah dapat kita lihat bahwa susunan ruang-ruang pada bangunan masjid itu meski pun mengalami banyak perluasan namun arah kiblat cukup jelas. Namun perlu dicatat bahwa mimbar dan mihrab di masjid ini telah mengalami perpindahan dari letak semula di bangunan tambahan pada sisi barat.
Sebelum terjadinya perluasan, mungkin suasana ruang dalamnya cukup kompak dan berwibawa/monumental, namun setelah terjadi banyak penambahan yang tidak terencana dengan sempurna maka susanan menjadi gado-gado. Penghawaan masjid cukup baik juga, sebab cukup banyak pembukaan dan merata kesemua dinding ruangan. Bahkan di bangunan awal masih terdapat pembukaan atas yang berupa jendela atas yang terdapat penghawaan alamisilang cukup baik.


BAB IV. LAMPIRAN















SARAN
Setelah diuraikan diatas tentang bagaimana sejarah berdirinya masjid Sunan Ampel ini, tentunya sebagai warga Indonesia sangat bangga terhadap peninggalan tempat yang sangat bersejarah dari tahun ke tahun hingga sekarang. Untuk itu kita sebagai generasi penerus bangsa, pemuda-pemudi Islam. Mari kita sama-sama menjaga warisan dari leluhur kita. Dan bisa mewujudkan cita-cita para alim ulama dahulu ynag sudah mendahului kita.
Jadi sudah sepatutnya kita kalau berwisata ke Wisata masjid Sunan Ampel. Kita juga berinfaq, Shodaqoh untuk memasukan ke kotak amal yang telah disediakan oleh Takmir masjid. Agar pegawai/ petugas kebersihan Masjid Sunan Ampel dapat maksimal dalam pekerjaanya. Semisal kebersihan kamar mandi. Lingkungan Masjid, Halaman masjid. Agar tetap lestari dan samapai Akhir Hayat Amin.

DAFTAR BACAAN
1.      IR. Zein M. Wiryoprawiro, IAI. Perkembangan Arsitektur Masjid di Jawa Timur, Surabaya : PT Bina Ilmu. Tahun 1986
2.      IR. H. Ismail Sofyan, Simposium Nasional Ekspresi Islami Dalam Arsitektur di Nusantara, Atab masjid Dalam Disain kiwari, Surabaya : Universitas Muhammadiyah Surabaya. Tahun 1999.
3.      Agus Sunyoto, Sunan Ampel Raja Surabaya, Surabaya : Diantama. Tahun 2004.
4.      Kemudian waktu online :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar